Departemen Kesehatan (Depkes) Republik Indonesia
Profil Departemen Kesehatan
Departemen Kesehatan merupakan unsur pelaksana Pemerintah di bidang kesehatan, dipimpin oleh Menteri Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Departemen Kesehatan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang kesehatan.
Tugas, Fungsi dan Wewenang
Dalam melaksanakan tugasnya, Departemen Kesehatan menyelenggarakan fungsi :
pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kesehatan;
pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas serta pelayanan administrasi Departemen;
pelaksanaan penelitian dan pengembangan terapan serta pendidikan dan pelatihan tertentu dalam rangka mendukung kebijaksanaan di bidang kesehatan;
pelaksanaan pengawasan fungsional.
Dalam menyelenggarakan fungsinya, Departemen Kesehatan menpunyai wewenang :
penetapan kebijakan nasional di bidang kesehatan untuk mendukung pembangunan secara makro;
penetapan pedoman untuk menetukan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten/Kota di bidang Kesehatan;
penyusunan rencana nasional secara makro di bidang kesehatan;
penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga professional/ahli serta persyaratan jabatan di bidang kesehatan;
pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, arahan dan supervise di bidang kesehatan;
pengaturan penerapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama Negara di bidang kesehatan;
penetapan standar pemberian izin oleh daerah di bidang kesehatan;
penanggulangan wabah dan bencana yang berskala nasional di bidang kesehatan;
penetapan kebijakan sistem informasi nasional di bidang kesehatan;
penetapan persyaratan kualifikasi usaha jasa di bidang kesehatan;
penyelesaian perselisihan antar Propinsi di bidang kesehatan;
penetapan kebijakan pengendalian angka kelahiran dan penurunan angka kematian ibu, bayi, dan anak;
penetapan kebijakan sistem jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat;
penetapan pedoman standar pendidikan dan pendayagunaan tenaga kesehatan;
penetapan pedoman pembiayaan pelayanan kesehatan;
penetapan pedoman penapisan, pengembangan dan penerapan teknologi kesehatan dan standar etika penelitian kesehatan;
penetapan standar nilai gizi dan pedoman sertifikasi teknologi kesehatan dan gizi;
penetapan standar akreditasi sarana dan prasarana kesehatan;
surveilans epidemiologi serta pengaturan pemberantasan dan penenggulangan wabah, penyakit menular dan kejadian luar biasa;
penyediaan obat esensial tertentu dan obat untuk pelayanan kesehatan dasar sangat essential (buffer stock nasional);
kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu :
1) penempatan dan pemindahan tenaga kesehatan tertentu;
2) pemberian izin dan pembinaan produksi dan distribusi alat kesehatan.
Struktur Organisasi Departemen Kesehatan
Departemen Kesehatan terdiri dari:
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat
Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Inspektorat Jenderal
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi
Staf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat
Staf Ahli Menteri Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan
Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi
Staf Ahli Menteri Bidang Mediko Legal
RENCANA PEMBANGUNAN KESEHATAN MENUJU INDONESIA SEHAT 2010
Tujuan nasional bangsa Indonesia seperti yang termaktuf dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, adalah untuk melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut diselenggarakan pembangunan nasional secara berencana, meyeluruh, terpadu, terarah, dan berkesinambungan. Adapun tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkam masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.
Untuk tercapainya tujuan pembangunan nasional tersebut dibutuhkan antara lain tersedianya sumber daya manusia yang tangguh, mandiri serta berkualitas. Data UNDP tahun 1997 mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia masih menempati urutan ke 106 dari 176 negara. Tingkat pendidikan, pendapatan serta kesehatan penduduk Indonesia memang belum memuaskan.
Menyadari bahwa tercapainya tujuan pembangunan nasional merupakan kehendak dari seluruh rakyat Indonesia, dan dalam rangka menghadapi makin ketatnya persaingan bebas pada era globalisasi, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan. Dalam hal ini peranan keberhasilan pembangunan kesehatan sangat menentukan. Penduduk yang sehat bukan saja akan menunjang keberhasilan program pendidikan, tetapi jiga mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan penduduk.
Untuk mempercepat keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut diperlukan kebijakan pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan proaktif dengan melibatkan semua sektor terkait, pemerintah, swasta dan masayarakat. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kinerja sektor kesehatan semata, melainkan sangat dipengaruhi olehinteraksi yang dinamis dari pelbagai sektor. Upaya untuk menjadikan pembangunan nasional berwawasan kesehatan sebagai salah satu misi serta strategi yang baru harus dapat dijadikan komitmen semua pihak, disamping menggeser paradigma pembangunan kesehatan yang lama menjadi Paradigma Sehat.
Penyusunan rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 ini adalah manifestasi konkrit dari kehendak untuk melaksanakan pembangunan nasional berwawasan kesehatan dan paradigma sehat tersebut.
Ikuti info lowongan kerja karir terbaru via email, klik di sini!
CPNS Depkes, Iklan Lowongan Kerja, Info CPNS 2007, Info Kerja, Info PNS, Job Opportunity, Job Vacancy, Kesehatan, Lamaran Kerja, Lowongan, Lowongan Karir, Lowongan Kerja, Lowongan Kerja Terbaru, Lowongan Pekerjaan, Peluang Karir, Rekrutmen CPNS, Test CPNS, Vacant Job, Vacant Positions |13 Responses to “Departemen Kesehatan (Depkes) Republik Indonesia”
Leave a Reply
bagaimana cara bergabung dengan program penyelesaian soal tersebut. saya perlu trik cara mudah menyelesaikan soal tpa. balas segera…..
saya seorang sarjana kesehatan masyarakat bersedia membantu menyukseskan berbagai program departemen esehatan terutama dalam bidang gizi..menuurunkan angka kurang gizi di indonesia dan membuat generasi penerus bangsa tumbuh lebih baik dan cerdas sehingga dapat menjadi aset bangsa yang berharga…
INDONESIA perlu meningkatkan profesinalisme tenaga kerja khususnya bidan di palembang….
dengan memberiakan beasiswa s2 kebidanan di luar negeri.
INDONESIA perlu meningkatkan profesinalisme tenaga kerja khususnya bidan di palembang….
dengan memberiakan beasiswa s2 kebidanan di luar negeri.
jumlah tenaga gizi dengan latar belakang s1 gizi didaerah masih sangat kurang tolong diberikan beasiswa bagi pns dengan dengan latar belakang d1 gizi dan d3 gizi untuk lebih meningkatkan profesionalistas
minta secara rinci tujuan pembangunan kesehatan menurut sistem kesehatan nasional (SKN) tahun 2004 dan 2007.
dari firman zai
Mahasiswa STIKes-MI Jurusan SKM
peran s2 kebidanan menurut menkes…
I think scholarship is not too important. Dewasa ini banyak tenaga kesehatan yg tidak mengabdi secara optimal, pikirin pertama yang terlintas adalah kerja yang enak dan gaji yang besar, maka tidak ada lagi bidan-bidan dan perawat-perawat yang mau diterjunkan ke desa atau daerah terpencil dimana angka kematian masih tinggi. padahal bidan dan perawat adalah tonggak pertama dalam keberhasilan pembangunan kesehatan khususnya dalam menurunkan dan mengurangi angka kematian. So, menurut saya tidak perlu merencanakan program beasiswa, yang sekarang diperlukan adalah bagaimana memberdayakan tenaga profesional yang ada, tenaga terlatih bisa ditempatkan atau bahkan bisa diwajibkan mengabdi di daerah-daerah yang membutuhkan.
saya ingin gabung gimana caranya?hubungi ke e mail saya ya…di tunggu
Tolong donk info formasi lengkap CPNS untuk S 1 Kesehatan Masyarakat untuk di Palembang, Pekanbaru dan Padang, Thanks Yaaaaa….
kalau ada tolong juga info lowongan pekerjaan untuk seorang SAFETY….
( S 1 SKM jurusan K 3 ) .
Saya ahli sosial (social scientist), lulusan S1 Sosiologi Tahun 1997. Kuliah S2 Studi Pembangunan Masyarakat Desa (belum selesai). Berpengalaman di bidang sosial dalam proyek-proyek pemberdayaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun NGO. Saya juga miliki pengalaman di berbagai kegiatan CD (Community Development) dan CB (Capacity Building). Saat menulis pesan ini saya sedang bergabung di salah satu proyek pemberdayaan yang diselenggarakan oleh Dept PU bersama Bank Dunia di wilayah DIY, Jateng dan Jabar sebagai Project Social Scientist dan CD Expert. Bila ada kesempatan di tempat lain saya siap bergabung dan siap mendedikasikan segenap kemampuan dan keahlian yang saya miliki. Jika ada yang tertarik dengan profile saya, silahkan kontak di 08122743462 - 081227676010 dan email : thoibsoebhanto@yahoo.com
minta data angka kematian ibu dan anak secara nasional tahun 2008
minta data indikaotr kematian ibu dan bayi secara nasional tahun 2008